
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi, kinerja sektor jasa keuangan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tetap menunjukkan kondisi yang stabil.
Berdasarkan siaran pers OJK Malang per 15 Juli 2026, penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja OJK Malang mencapai Rp110,79 triliun hingga Mei 2026. Angka tersebut tumbuh 3,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Tak hanya itu, total aset perbankan juga meningkat menjadi Rp188,65 triliun, atau tumbuh 7,45 persen yoy. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan mencapai Rp105,45 triliun, naik 4,24 persen dibandingkan tahun lalu.
OJK mencatat, pertumbuhan kredit di wilayah Malang terutama didorong oleh kredit investasi. Secara tahunan, kredit investasi tumbuh 6,24 persen, lebih tinggi dibandingkan kredit modal kerja yang tumbuh 4,84 persen dan kredit konsumsi sebesar 0,47 persen.
Sementara dari sisi kualitas kredit, kondisi masih terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 3,12 persen.
Adapun sektor yang paling banyak menerima penyaluran kredit masih didominasi oleh:
- Rumah Tangga (29,55%)
- Perdagangan Besar dan Eceran serta Reparasi Kendaraan Bermotor (18,82%)
- Industri Pengolahan (18,37%)
Dalam upaya memberantas aktivitas perjudian daring, OJK telah meminta perbankan melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) dan pemblokiran terhadap sekitar 36.191 rekening yang terindikasi terkait judi online berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital.
Selain itu, perbankan juga diminta menutup rekening lain yang memiliki keterkaitan berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) setelah melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

Di sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB), pendapatan premi asuransi komersial hingga April 2026 mencapai Rp611 miliar, atau tumbuh 46,30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut berasal dari:
- Premi asuransi jiwa sebesar Rp426 miliar (naik 12,70%)
- Premi asuransi umum sebesar Rp186 miliar (naik 362,79%)
Sementara itu, pembiayaan modal ventura juga masih mencatat pertumbuhan sebesar 2,22 persen menjadi Rp454 miliar, meskipun piutang perusahaan pembiayaan mengalami kontraksi tipis.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, OJK Malang telah menyelenggarakan 79 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti 88.656 peserta.
Dalam periode yang sama, OJK menerima 1.691 layanan konsumen, yang sebagian besar berkaitan dengan sektor IKNB, perbankan, serta aktivitas keuangan ilegal. Topik yang paling banyak ditanyakan masyarakat meliputi:
- Fraud atau penipuan oleh pihak eksternal
- Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)
- Restrukturisasi atau relaksasi kredit
OJK juga mencatat hingga Mei 2026 terdapat 17.105 pengaduan terkait aktivitas keuangan ilegal di Indonesia.
Sebanyak 14.380 pengaduan di antaranya berkaitan dengan pinjaman online ilegal, disusul 2.601 pengaduan investasi ilegal dan 124 pengaduan gadai ilegal.
Melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), OJK bersama industri jasa keuangan telah berhasil memblokir lebih dari 515 ribu rekening yang diduga terkait penipuan transaksi keuangan.
Hingga 31 Mei 2026, dana korban yang berhasil diamankan mencapai Rp638,9 miliar, sementara Rp196,93 miliar telah berhasil dikembalikan kepada korban.
Minat masyarakat terhadap investasi juga terus meningkat. Hingga 31 Mei 2026, jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah kerja OJK Malang mencapai 536.083 investor, meningkat 72,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain jumlah investor yang terus bertambah, nilai transaksi saham juga melonjak 137,38 persen secara tahunan, diikuti kenaikan frekuensi dan volume transaksi saham.
Secara keseluruhan, data OJK menunjukkan sektor jasa keuangan di wilayah Malang masih berada dalam kondisi yang sehat dan stabil. Pertumbuhan kredit, meningkatnya jumlah investor, serta masifnya edukasi keuangan menjadi indikator positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
