BI Malang Siapkan Rp3,913 Triliun Uang Tunai, Luncurkan SERAMBI 2026 Jelang Ramadan dan Idulfitri

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang meluncurkan program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026. Program ini merupakan rangkaian kegiatan pemenuhan kebutuhan uang rupiah dan layanan kas selama Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam program ini, BI Malang menyiapkan uang tunai sebesar Rp3,913 triliun, meningkat 6 persen dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp3,675 triliun.

Tema yang diusung pada SERAMBI 2026 adalah “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”.  Dalam acara ini, BI Malang menyediakan empat skema layanan penukaran uang. 

Pertama, layanan kas keliling ritel yang berlangsung pada 19 Februari hingga 12 Maret 2026 di 21 titik se-wilayah kerja BI Malang. Kedua, layanan penukaran terpadu bersama perbankan di Kantor Perwakilan BI Malang dan Gedung P3GI Kota Pasuruan pada 14–15 Maret 2026. Ketiga, layanan penukaran di 50 kantor perbankan yang ditunjuk pada 26–27 Februari serta 11–13 Maret 2026. Keempat, layanan tematik yang bersinergi dengan dinas terkait sebanyak dua kali serta satu layanan penukaran di rest area jalan tol wilayah kerja BI Malang.

Seluruh layanan penukaran mewajibkan masyarakat melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui situs PINTAR. Penukar harus hadir sesuai jadwal dan lokasi yang dipilih, tidak dapat diwakilkan, serta membawa KTP dan bukti pemesanan. Jadwal lengkap layanan akan dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi BI Malang.

Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, menyampaikan SERAMBI 2026 juga menghadirkan sejumlah pembaruan, yakni optimalisasi peran perbankan dalam layanan kas, perpanjangan jumlah layanan dan paket penukaran, serta peningkatan performa infrastruktur PINTAR. Selain itu, BI Malang turut mendorong distribusi yang efisien serta penguatan infrastruktur berbasis teknologi menjelang hari raya.

Dalam kesempatan tersebut, BI Malang juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip “Cinta, Bangga, Paham Rupiah” dengan merawat dan mengenali keaslian uang rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang), serta menggunakan rupiah secara bijak. BI juga mendorong optimalisasi transaksi non-tunai melalui penggunaan QRIS dan perluasan layanan BI-FAST guna mengantisipasi peningkatan transaksi selama periode Ramadan dan Idulfitri. 

Related Post