
Malang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang resmi membuka Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 di Malang Town Square pada Kamis (30/7). Mengusung tema Satu Pesona Tujuh Daerah: Menguatkan UMKM, Pariwisata, melalui Digitalisasi, Keuangan Inklusif dan Syariah, ajang ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tujuh wilayah kerja KPwBI Malang.
Sapta Rona Pesona merupakan transformasi dari Malang BI Youth Tiful Festival (MBF) yang telah diselenggarakan sejak 2022. Melalui konsep baru ini, Bank Indonesia ingin menghadirkan kegiatan yang lebih inklusif dengan melibatkan lebih banyak mitra strategis agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat, khususnya dalam pengembangan UMKM, pariwisata, digitalisasi, pengendalian inflasi, hingga penciptaan lapangan kerja.
SRP 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 30 Juli hingga 2 Agustus 2026, dengan melibatkan tujuh daerah, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa, Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2026, serta Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Anggota Komisi XI DPR RI Andreas Edy Susetyo, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Rifki Ismal, Kepala OJK Malang Farid Faletehan, Wakil Wali Kota Pasuruan Mokhamad Nawawi, serta perwakilan Dekranasda dari tujuh daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan bahwa Sapta Rona Pesona bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan platform kolaborasi untuk mengangkat potensi ekonomi daerah secara lebih luas.
Menurutnya, melalui rebranding ini Bank Indonesia ingin menghadirkan kegiatan yang semakin inklusif dan mampu merepresentasikan berbagai potensi ekonomi kreatif di tujuh wilayah kerja KPwBI Malang.
“Melalui SRP 2026, kami berupaya memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM, memperluas akses pasar dan pembiayaan, mempercepat digitalisasi usaha, serta mengembangkan pariwisata dan ekonomi keuangan syariah. Seluruh fokus tersebut diarahkan untuk membangun ekonomi tujuh daerah yang semakin inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujar Indra.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Rifki Ismal, menegaskan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur dengan kontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta menyerap 97 persen tenaga kerja.
Ia menjelaskan, Bank Indonesia terus mendorong UMKM naik kelas melalui tiga strategi utama, yaitu korporatisasi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta perluasan akses pembiayaan. Berbagai pelatihan juga terus dilakukan bersama mitra strategis untuk meningkatkan kualitas produk, produktivitas, hingga daya saing UMKM di pasar yang lebih luas.

Pada seremoni pembukaan, Bank Indonesia Malang turut memberikan apresiasi kepada berbagai mitra strategis yang berkontribusi dalam program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta pengembangan ekonomi syariah.
Selain itu, Bank Indonesia juga meluncurkan Mall Siap QRIS TAP sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi sistem pembayaran digital. Acara pembukaan semakin semarak dengan peragaan busana karya para pemenang Wastranova yang menampilkan wastra batik unggulan daerah, serta pengumuman pemenang Halal Chef Competition (HCC) sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelaku industri fesyen dan kuliner lokal.
Selama penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow tren fesyen dan pengembangan kopi, workshop latte art, kompetisi manual brew, edukasi UMKM digital, literasi ekonomi syariah, sosialisasi QRIS dan program Cinta, Bangga, Paham Rupiah, hingga beragam kompetisi yang melibatkan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan masyarakat umum.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Sapta Rona Pesona 2026 diharapkan menjadi ruang edukasi, promosi, dan kolaborasi yang mampu memperkuat ekosistem UMKM, mendorong digitalisasi, mengembangkan ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi kreatif di tujuh wilayah kerja KPwBI Malang.
Menutup acara pembukaan, Indra Kuspriyadi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Mari terus bergerak bersama untuk memperkuat UMKM, memperluas digitalisasi sistem pembayaran, menjaga momentum pertumbuhan, serta mewujudkan perekonomian tujuh daerah yang semakin tangguh, inklusif, dan sejahtera,” tutupnya.
