Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Malang Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Malang tetap menunjukkan kondisi yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak dari ketegangan geopolitik di kawasan internasional. Stabilitas ini terlihat dari kinerja perbankan, industri keuangan non-bank, hingga pasar modal yang masih bertumbuh dengan risiko yang relatif terjaga.

Di sektor perbankan, penyaluran kredit pada Februari 2026 tumbuh 4,31 persen dibanding tahun sebelumnya dan mencapai Rp110,36 triliun. Pertumbuhan terbesar berasal dari kredit konsumsi, diikuti kredit investasi dan modal kerja. Namun, kredit untuk UMKM justru mengalami sedikit penurunan. Meski begitu, kualitas kredit masih cukup baik, terlihat dari rasio kredit bermasalah yang tetap terkendali. Penyaluran kredit masih didominasi oleh sektor rumah tangga, perdagangan, dan industri pengolahan.

Selain itu, upaya pemberantasan judi online juga terus dilakukan. OJK telah meminta perbankan untuk memperketat pengawasan dan memblokir lebih dari 33 ribu rekening yang terindikasi terkait aktivitas tersebut.

Di sektor industri keuangan non-bank, kinerja juga menunjukkan perkembangan yang beragam. Premi asuransi umum mengalami lonjakan signifikan, sementara asuransi jiwa masih mengalami penurunan dibanding tahun lalu, meskipun mulai menunjukkan perbaikan secara bulanan. Dana pensiun mencatat pertumbuhan aset sebesar 6,47 persen. Sementara itu, pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan sedikit menurun, tetapi risiko kreditnya masih terjaga.

Dari sisi perlindungan konsumen, OJK Malang telah memberikan lebih dari seribu layanan kepada masyarakat sejak awal tahun 2026. Sebagian besar berupa pemberian informasi, diikuti pengaduan dan pertanyaan. Isu yang paling sering dilaporkan terkait penipuan, masalah riwayat kredit, dan restrukturisasi pinjaman.

Dalam upaya memberantas aktivitas keuangan ilegal, ribuan laporan telah diterima, terutama terkait pinjaman online ilegal. Sepanjang awal 2026, ratusan entitas pinjaman ilegal berhasil dihentikan. OJK bersama berbagai pihak juga membentuk Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk mempercepat penanganan kasus penipuan keuangan. Hingga Maret 2026, ratusan ribu laporan telah diterima, dengan total dana korban yang berhasil diblokir mencapai ratusan miliar rupiah, dan sebagian di antaranya telah dikembalikan.

Di sektor pasar modal, jumlah investor di wilayah Malang meningkat pesat hingga lebih dari 441 ribu investor, naik sekitar 45 persen dibanding tahun sebelumnya. Aktivitas transaksi saham juga melonjak signifikan. Minat investor ritel tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi global masih tidak pasti.

Untuk mendukung transparansi pasar, OJK bersama Bursa Efek Indonesia dan KSEI telah menyelesaikan beberapa langkah reformasi. Di antaranya adalah membuka data kepemilikan saham di atas 1 persen, memberikan peringatan dini terhadap konsentrasi kepemilikan saham, serta meningkatkan standar transparansi dan tata kelola perusahaan.

Secara keseluruhan, kondisi sektor jasa keuangan di wilayah Malang tetap solid. Pertumbuhan masih terjadi di berbagai sektor, disertai dengan upaya penguatan pengawasan dan perlindungan konsumen agar sistem keuangan tetap sehat dan terpercaya.

Related Post